Resolving Insolvency

Home/Indikator EODB/Resolving Insolvency
Resolving Insolvency 2019-11-27T19:56:56+00:00

Asumsi

Kemudahan Berusaha pada indikator Resolving Insolvency (Penanganan Kepailitan) yaitu mengukur 2 (dua) aspek utama yaitu aspek kerangka hukum dan efisiensi penanganan kepailitan.

Pada aspek kerangka hukum, penanganan kepailitan dinilai dari sejauh mana kerangka hukum kepailitan memberikan kepastian dan perlindungan hukum serta hak-hak debitur dan kreditur pada proses penanganan kepailitan sampai selesainya proses.

Aspek kedua, yaitu efisiensi penanganan kepailitan. Penanganan kepailitan diukur dari biaya dan waktu serta output dari proses kepailitan. Biaya diukur dari biaya-biaya yang dibayar dalam rangka penanganan kasus mulai dari biaya perkara, biaya pengacara, biaya kurator/pengurus, biaya akuntan, penilai dan biaya-biaya profesional lainnya sampai prosesnya selesai termasuk didalamnya adalah kerugian berupa turunnya nilai pengembalian atas piutang kreditur. Waktu diukur mulai dari permohonan pengajuan perkara sampai proses pemberesan. selanjutnya, output dari proses kepailitan mengukur apakah sistem kepailitan mendorong agar suatu bisnis yang mengalami gagal bayar (insolvent) dapat keluar sebagai entitas yang tetap bertahan (going concern) setelah melalui proses kepailitan. Pada aspek ini diukur berdasarkan asumsi studi kasus sebagai berikut:

  • Waktu dan biaya untuk melalui proses insolvensi hingga memperoleh penyelesaian hutang oleh debitur (PT Mirage, domestik). 
  • Kewajiban pembayaran yang harus dilunasi debitur adalah:
  1. Terhadap kreditur (Biz Bank), setara dgn nilai hotel yg dijaminkan yaitu Rp.  IDR 4,985,566,937.81,- (74% dari total hutang).
  2. Terhadap kreditur konkuren yaitu supplier, kewajiban pajak dan upah pegawai sebesar Rp. 1,751,685,680.85.- (26% dari total hutang).
  • Jika aset debitur dijual secara piece-meal = 70% total hutang. Jika debitur dijual sebagai going concern = 100% total hutang.

Perkembangan Terkini

Indikator Resolving Insolvency secara global dalam Ease of Doing Business (EoDB) 2020 menduduki peringkat 38. Kemudahan berbisnis diukur mulai dari pada saat suatu bisnis akan dimulai sampai jika suatu bisnis mengalami masalah, salah satunya adalah masalah kesulitan keuangan yang mengakibatkan gagal bayar atas kewajibannya kepada kreditur (insolvent). Untuk itu, negara harus menyediakan sistem kepailitan yang efisien dan mendorong agar bisnis yang mengalami kesulitan keuangan agar mampu tetap bertahan setelah melalui proses kepailitan (insolvency proceeding). Upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah saat ini diantaranya :

  • Penyusunan Rancangan Perubahan Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Hutang.
  • Pengembangan portal bersama mengenai informasi perkara kepailitan (kerjasama Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan HAM).
  • Lahirnya mekanisme penyampaian laporan keadaan harta pailit oleh Kurator dan Pengurus di tahun 2018, serta disahkannya regulasi berkaitan dengan transparansi penanganan perkara kepailitan telah mengakomodasi pemenuhan hak kreditur untuk meminta informasi mengenai pemberesan budel pailit kepada kurator atau pengurus melalui Hakim Pengawas berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Serta Penyampaian Laporan Kurator dan Pengurus.

Grafik Pergerakan Recovery Rate, Waktu, Biaya dan sejak Laporan Doing Business 2004

 

Grafik peringkat indikator Resolving Insolvency (Periode Survey Tahun 2009-2020)

 

Tertarik Menjadi Kontributor ?

Peraturan Baru

  1. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Serta Penyampaian Laporan Kurator dan Pengurus

Peraturan Terkait

[wpfilebase tag=list id=117 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=118 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=119 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=120 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=121 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=122 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=123 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]
[wpfilebase tag=list id=124 tpl=data-table2 sort=file_category pagenav=0 /]