Mendapatkan sambungan listrik (Getting Electricity) adalah salah satu indikator penilaian Bank Dunia dalam EODB.

Mendapatkan sambungan listrik (Getting Electricity) adalah salah satu indikator penilaian Bank Dunia dalam EODB. Asumsi bangunan yang digunakan oleh Bank Dunia dalam mengukur indikator Getting Electricity adalah:

  1. Hanya untuk sambungan listrik bangunan gudang berukuran minimal 929 m2 (luas tanah minimal 1.300,6 m2)
  2. Bangunan baru dan pertama kali tersambung listrik.
  3. Listrik yang tersambung dengan daya 140 KVA.
  4. Pemakaian minimal listrik sebulannya minimal 0,07 GWH.

Kriteria penilaian yang digunakan oleh Bank Dunia untuk menilai Getting Electricity adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah Prosedur yang diperlukan untuk mendapatkan sambungan listrik
  2. Waktu yang diperlukan untuk melengkapi tiap-tiap prosedur
  3. Biaya yang dibutuhkan hanya biaya resmi (tidak ada biaya/uang suap) dan diluar PPN
  4. Keandalan pasokan dan transparansi indeks tarif

Secara umum tahapan penyambungan listrik di Indonesia untuk saat ini yang dijadikan dasar penilaian Bank Dunia adalah sebagai berikut:

  • SLO
  • Persetujuan Permohonan
  • Konstruksi
  • Penyalaan

Waktu: 25 hari

Biaya: Rp.775/VA (Biaya Penyambungan) + Rp.15/VA (Sertifikat Laik Operasi)

Peraturan yang dijadikan dasar dalam menilai indikator Getting Electricity

  1. UU Nomor. 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan
  2. Peraturan Pemerintah nomor 3 Tahun 2005, tentang Penyediaan dan  Pemanfaatan Tenaga Listrik
  3. Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) No: 001.E/DIR/2013 tanggal 28 Oktober 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyambungan Baru dan Perubahan Daya
  4. Surat Edaran Direksi PT PLN (Persero) No: 001.E/DIR/2016 tanggal 26 Februari 2016 tentang Prosedur Percepatan Penyambungan Baru dan Perubahan Daya Bagi Pelanggan Tegangan Rendah Dengan Daya 100 s.d. 200 KVA Tanggal 26 Februari 2016.
  5. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya Yang Terkait Dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh Perusahaan Perseroan PT . Perusahaan Listrik Negara

Perbaikan Regulasi untuk mendapatkan listrik:

  1. Sistem Pelayanan Satu Pintu Penyambungan Listrik melaui website, call centre PLN123 atau loket PLN.
  2. Memangkas jumlah hari penyambungan khususnya dalam pekerjaan konstruksi.
  3. Memotong biaya penyambungan, SLO per Volt Ampere serta penggunaan bank garansi untuk uang jaminan langganan (UJL)

02

Prosedur Lama

         


SLO – Sertifikat Laik Operasi

(7 hari)


Persetujuan Permohonan

(9 hari)


Survey Lokasi
(1 hari)


Konstruksi
(60 hari)


Penyalaan

(3 hari)

Prosedur Baru

       


SLO – Sertifikat Laik Operasi
  1. Guna memudahkan mendapatakan sambungan listrik pelanggan dan calon pelanggan dapat dilayani dengan pelayanan satu pintu.
  2. Dengan pelayanan satu pintu pelanggan cukup berhubungan dengan PT PLN (Peserso) untuk mendapatkan sambungan listrik, SLO dan informasi kontraktor listrik.
  3. Setelah instalasi pemanfaat tenaga listrik selesai PT PLN (Persero) akan menugaskan lembaga inspeksi teknik untuk melakukan pengujian kelaiakan operasi dan menerbitkan SLO.

(3 hari)


Persetujuan Permohonan (Bersamaan dengan SLO)
  1. Dengan memanfaatkan layanan satu pintu, Pengajuan Permohonan dan SLO dilakukan secara bersamaan.
  2. Pelanggan atau calon pelanggan dapat mengajukan permohonan baru melaui situs web www.PLN.co.id, call center PT PLN (Persero) 123, atau loket PT PLN (Persero).
  3. PT PLN (Persero) selanjutnya menerbitkan kode bayar untuk pembayaran biaya penyambungan, jaminan langganan, dan materai, selanjuytnya pelanggan dapat membayar ke payment point online bank, PT POS Indonesia, ATM, dan channel lain.

(1 hari)


Konstruksi
  1. Konstruksi ditetapkan dikerjakan oleh kontraktor PT PLN (Persero) maksimum dalam 20 hari kalender semenjak seluruh biaya dibayar dan permohonan disetujui.
  2. Seluruh biaya material dan jasa pembangunan menjadi tanggung jawab PT PLN (Persero)

(20 hari)


Penyalaan
Penyalaan dilakukan setelah instalasi pelanggan layak operasi dan dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) yang dilaksanakan pada hari yang sama dengan waktu penyalaan.
(1 hari)

Biaya – Biaya:

  1. Biaya SLO= Rp 15 / VA
  2. Biaya Penyambungan untuk Daya Tersambung / Tambah Daya diatas 100 KVA s.d 200 KVA= Rp 775 / VA
  3. Uang Jaminan Langganan ( UJL)= ditetapkan sebesar atau senilai biaya rekening rata-rata nasional 1 (satu) bulan sesuai golongan tarif yang dibayarkan. UJL juga dapat berbentuk Bank Garansi.

Informasi Detail Pengisian Survey Tentang Getting Electricity

Unduh Di Sini

Peraturan Terkait

PeraturanTanggalKategoriTentang
UU Nomor 30 Tahun 2009Januari 4, 20092Ketenagalistrikan
PP Nomor 3 Tahun 2005Januari 1, 20053Perubahan atas PP No. 10 Tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik
GE PERDIR PLN 0011 2017Maret 21, 201716Pedoman Palayanan Penyambungan Konsumen Bisnis dan Industri Daya 100-200 kVA
PERMEN ESDM No. 27 2017April 13, 201716Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan Dan Biaya Yang Terkait Dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
PMK Nomor 32 Tahun 2014Maret 8, 201428Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik
Permen ESDM Nomor 33 Tahun 2014Maret 8, 201434Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh Perusahaan Perseroan (persero) PT PLN
Permen ESDM Nomor 8 Tahun 2016April 8, 201634Perubahan atas Peraturan Menteri ESDM No. 33 Tahun 2014 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh Perusahaan Perseroan (persero) PT PLN
SE DIR PLN Nomor 0001 Tahun 2016Maret 8, 201646Prosedur Percepatan Penyambungan Baru dan Perubahan Daya Bagi Pelanggan Tegangan Rendah dengan Daya 100 s.d 200 kVA
Kepdir PLN Nomor 424 Tahun 2013Maret 8, 201346Uang Jaminan Langganan
Peraturan Dirjen Pajak Nomor 41 Tahun 2015 Desember 30, 201551Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan Pajak Online