Getting Credit – 2017

Home/Indikator EODB/Getting Credit – 2017

Getting credit menyoroti permasalahan hak legal peminjam dan pemberi pinjaman berkaitan dengan transaksi yang dijamin dan kedalaman informasi kredit.

Getting credit terdiri dari 2 indeks penilaian yaitu :

  1. Kekuatan hak legal (strength of legal rights) , indeks ini berkaitan dengan keamanan transaksi dan penjaminan antara pemberi dan penerima pinjaman ;
  2. Kedalaman informasi kredit (depth of credit information), indeks ini menilai seberapa banyak/luasnya jangkauan biro kredit dan kredit register masing-masing lembaga tersebut yang diukur dalam persentase orang dewasa.

Peringkat Ease of Doing Business (EODB) Indonesia Laporan Doing Business 2016 untuk indikator Getting Credit adalah peringkat 70. Pada Laporan Doing Business 2017 yang dirilis akhir tahun 2016, Indonesia naik 8 posisi yaitu menjadi peringkat 62. Poin perubahan didapat melalui perbaikan yang dilakukan pada Indeks Kekuatan Hak Legal (memperoleh 6 dari 12 poin) yang mana Indonesia mereformasi pendaftaran kredit (collateral registry) sehingga lebih modern melalui pendaftaran Fidusia Online yang memungkinkan databasenya dapat dicari berdasarkan nama debitur, tipe objek (baik dengan dan tanpa nomor seri), serta nomor sertifikat. Upaya perbaikan kemudahan mendapatkan kredit terus dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan Otoritas Jasa Keuangan, Pemerintah akan melakukan revisi UU 42/1999 tentang Jaminan Fidusia agar aktivitas keamanan transaksi keuangan lebih terjamin.

Perubahan juga dilakukan pada Indeks Kedalaman informasi kredit (depth of credit information) dengan mendirikan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) melalui biro kredit swasta yaitu PT. Pefindo Biro Kredit dan PT. Kredit Biro Indonesia Jaya. Kedua biro kredit ini telah diberikan izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 22 Desember 2015 untuk mengelola informasi perkreditan. Fungsi biro kredit adalah memberikan kredit skoring calon debitur kepada bank atau lembaga pembiayaan yang akan memberikan kredit. Kredit skoring berisi informasi tentang hutang-piutang, nama, alamat, pekerjaan, status dan reputasi calon debitur. Informasi ini sangat penting bagi bank atau lembaga pembiayaan di dalam penilaian kreditnya. Tahun 2017 biro kredit ini sudah mengadakan kerjasamanya dengan sekitar 50 lembaga keuangan (Adira Finance, Maybank Finance, SMS Finance, Home Credit, PT Telkom, dan akan dapat mengakses data SID.

Diharapkan pada penilaian Laporan Doing Business 2018 Getting Credit Indonesia akan memperoleh 8 poin sempurna dimana pada EODB 2017 Indonesia masih mendapatkan poin yang sama seperti pada EODB 2016 yaitu 6 poin dari 8 poin.

EODB-infografis-GC-1

Informasi Detail Pengisian Survey Tentang Getting Credit

Unduh Di sini

Peraturan Terkait

PeraturanTanggalKategoriTentang
UU Nomor 42 Tahun 1999Maret 9, 19992Jaminan Fidusia
PP Nomor 21 Tahun 2015Januari 1, 20153Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia
Keppres Nomor 139 Tahun 2000Maret 9, 20005Pembentukan Kantor Pendaftaran Fidusia di Setiap Ibukota Propinsi di Wilayah Negara Republik Indonesia
Permenkumham Nomor 9 Tahun 2013Maret 9, 201332Pemberlakuan Pendaftaran Jaminan Fidusia Secara Elektronik
Permenkumham Nomor 10 Tahun 2013Maret 9, 201332Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia Secara Elektronik
PBI Nomor 9 Tahun 2007Maret 9, 200747Sistem Informasi Debitur
PBI Nomor 15 Tahun 2013Maret 9, 201347Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan